Sabtu, 18 Oktober 2008

Akibat Himpitan Ekonomi, 30.000 Bunuh Diri di Jepang

Orang Jepang bunuh diri rata-rata 30 ribu per tahun dalam sepuluh tahun terakhir, akibat himpitan ekonomi.

"Tingginya angka bunuh diri di Jepang itu per tahun, tidak semata-mata karena alasan kegagalan, meskipun masyarakat Jepang banyak belajar dari kegagalan untuk mencapai kesuksesan," jelas Konsul Jenderal (Konjen) Jepang untuk Sulawesi Selatan (Sulsel) Mr Akira Goto di Makassar, Sabtu.

Menurutnya, bunuh diri atau yang diistilahkan ’harakiri’ ini, ada hubungannya dengan pemahaman hidup dan mati. Namun sebenarnya, penyebab terbesar atau alasan bunuh diri karena himpitan ekonomi, sehingga tidak mampu melanjutkan kehidupannya.

Bahkan, bunuh diri juga kini mulai merambah anak-anak karena faktor ’jime’ atau pengaruh tekanan dari lingkungannya. Anak-anak yang sering diejek, dihina dan dijadikan kacung oleh teman-temannya, sebagian memilih bunuh diri untuk keluar dari masalahnya.

Sementara filosofi bunuh diri bagi samurai, karena terkait dengan loyalitas kepada pimpinan atau merasa diri tidak becus menjalankan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Namun kini rupanya filosofi itu mulai bergeser.

"Biasanya samurai bagi bukan orang Jepang diidentikkan dengan pedang, padahal bagi orang Jepang samurai adalah orangnya yang mahir menggunakan alat-alat ketangkasan seperti pedang, bumerang, dan sebagainya," katanya memberikan perbedaan pemahaman tentang peristilahan samurai.

Berkaitan dengan hal tersebut, diakui sangat sulit hubungan antara belajar dari kegagalan dengan angka bunuh diri di Jepang. Apabila terjadi kegagalan, maka akan diidentifikasi kegagalan tersebut, kemudian belajar lebih baik.

Dengan demikian, ungkap Akira, tidak ada hubungan langsung antara belajar dari kegagalan dengan angka bunuh diri yang terjadi di Jepang.

"Apabila dilihat dari sejarah, maka kegagalan terbesar Jepang saat Perang Pasifik melawan sekutu," kenangnya, lalu melanjutkan, namun kegagalan tersebut dijadikan refleksi untuk membawa Jepang ke arah yang lebih baik.

Kamis, 16 Oktober 2008

Mama Lauren Ramal Penjualan Mobil Naik Lagi

Mama Lauren ramalkan tahun depan pasar mobil Indonesia kian subur

- Kabar gembira bagi pelaku bisnis kendaraan bermotor di Indonesia. Setelah menikmati pertumbuhan penjualan kendaraan yang sangat berarti pada tahun ini (semester I), menurut seorang Cenayang terkenal Indonesia, Mama Lauren, tahun depan angka penjualan mobil akan naik. Hal itu diungkapnya dalam acara “Customer Gathering” yang diadakan Isuzu di hotel Gran Melia, Jakarta.

"Aneh juga, bahan bakar naik, namun permintaan terhadap kendaraan bermotor terus meningkat. Penjualan tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Menurut saya, tahun depan, penjualan mobil naik lagi," ungkapnya.

Ditambahkan, kenaikkan penjualan mobil tahun depan dipengaruhi oleh sektor pertumbuhan di bidang lain. Sementara pihak Gaikindo memperkirakan tahun ini angka penjualan mobil sekitar 520.000 unit.

"Pertambangan, pertanian dan perkebunan merupakan sektor yang terus mengalami pertumbuhan positif. Bisnis di sektor ini jelas membutuhkan kendaraan," tegas Mama tanpa merinci angka-angka pasti. Dalam jangka panjang, lanjutnya, bisnis pertanian seperti kelapa sawit akan mengalami pertumbuhan lebih baik. "Kalau pertumbuhan bisnis pertanian baik, daya atau minat beli masyarakat akan kendaraan bermotor juga makin tinggi," lanjutnya.

Berarti, ATPM di Indonesia bersiap-siap menghadapi "boom" dan pesta lagi!

Senin, 13 Oktober 2008

Semua Rupiah Harus Ditarik ke Indonesia

Beredarnya mata uang rupiah rupiah di luar negeri menyebabkan nilai kurs mata uang Indonesia ini tidak terkontrol terhadap mata uang asing, sehingga Indonesia hanya bisa pasrah terhadap krisis keuangan global yang terjadi saat ini. Oleh karenanya pemerintah harus melakukan tindakan untuk menarik kembali mata uang rupiah ke Indonesia sekaligus membuat peraturan penggunaannya, khususnya dalam transaksi ekspor impor.

Hal tersebut diungkapkan anggota Tim Indonesia Bangkit Iman Sugema, dalam diskusi mengenai dampak krisis global Amerika dan Eropa terhadap Indonesia, di Taman Ria Senayan, Jakarta, Senin (13/10). Dua cara yang harus segera dilakukan pemerintah adalah membatasi penggunaan uang rupiah dalam transaksi luar negeri dan tarik semua rupiah yang beredar di pasar international, kata Iman.

Iman menjelaskan, harus ada semacam jendela khusus dan pemberian izin yang diserahkan lewat bank-bank sebelum melakukan transaksi ekspor impor khususnya pembayaran. Selama ini transaksi tersebut tidak diatur dan tidak diawasi pemerintah secara ketat dan merata, misalnya dalam beberapa kasus pembayaran disesuaikan dengan kurs yang paling murah di antara dua mata uang, dan pembayaran dilakukan di bank yang berasal dari pelaku asing.

Mengenai upaya penarikan rupiah di luar negeri, lanjutnya, bertujuan untuk mengatur dan mengendalikan keseimbangan rupiah terhadap mata uang asing selain dapat pula mengetahui peredaran mata uang rupiah sebenarnya. "Orang yang mau menukarkan mata uang asing dengan rupiah harus melakukan di Indonesia. Akhirnya perputaran rupiah tersebut menjadi aktif dan terkontrol," tambah Iman.

Menurut Iman, dampak yang akan terjadi jika dua cara tersebut dilakukan tidak akan menjadi persoalan besar. "Pelaku asing, lembaga keuangan dunia tentu akan protes dan tidak akan datang dalam beberapa tahun. Namun yang terpenting pemerintah Indonesia memiliki kontrol atas rupiah tersebut dan para pelaku asing akan tunduk terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia. Chili pada tahun 80an dan Malaysia beberapa tahun belakang telah berhasil melakukan cara ini. Intinya pemerintah kita harus berani mengambil tindakan untuk kepentingan rakyat bukan asing," jelas Iman.

Kamis, 09 Oktober 2008

Mata Uang Terbaik Asia Pun Ikut Terperosok

Sejumlah mata uang dunia kian terpuruk. Tak terkecuali mata uang terbaik Asia tahun ini, yuan. Hari ini, nilai mata uang China tersebut terperosok atas nilai dollar AS setelah bank sentral China memutuskan untuk memangkas suku bunganya.
Berdasarkan data dari China Foreign Exchange Trade System, pada pukul 10.05 waktu Shanghai hari ini, yuan diperdagangkan pada posisi 6,8303 per dolar. Kemarin, nilai tukar yuan masih berada pada posisi 6,8171.
Penurunan yuan tersebut juga merefleksikan penguatan dolar atas beberapa mata uang utama dunia setelah The Federal Reserve (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) menurunkan suku bunga pinjamannya kemarin.
Asal tahu saja, The People’s Bank of China melalui situs resminya mengatakan, pihaknya sudah menurunkan suku bunga pinjaman untuk jangka waktu setahun sebesar 27 basis poin menjadi 6,93 persen. Tidak hanya itu, bank sentral China itu juga menurunkan suku bunga deposito dengan jumlah yang sama menjadi 3,87 persen.
Pemangkasan ini merupakan yang kedua kalinya dalam tiga minggu terakhir. Pemerintah China memutuskan untuk menerapkan kebijakan itu untuk mengerem kejatuhan ekonomi yang lebih dalam akibat guncangan perekonomian global.
“Saat ini yuan terus tertekan seiring dengan kelonggaran yang dimiliki China untuk memangkas suku bunga dibanding Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Saya mendengar, banyak perusahaan asing membeli dolar dan melarikannya ke luar dari China,” kata Shi Lei, analis Bank of China.
Sekadar catatan, Produk Domestik Bruto (PDB) China tumbuh 10,1 persen dibanding tahun sebelumnya pada kuartal ke dua lalu. Angka tersebut empat kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan PDB di tiga negara dengan perekonomian terbesar dunia yakni AS, Jepang dan Jerman.
Sebelumnya pada minggu ini, Kepala Negara China Wen Jiabao bilang, saat ini sistem finansial di Negeri Panda itu dalam posisi aman dan perekonomian China akan mampu mempertahankan pertumbuhannya yang tergolong cepat. (

Rabu, 08 Oktober 2008

XL Perbesar Pelanggan Komunitas

Wakil Walikota Surabaya, Arif Affandi (tengah) didampingi Vice President East Area XL, Kencono Wibowo (kanan) dan Luna Maya saat mencoba koneksi internet dengan fasilitas WiFi usai pembukaan XL Cafe di Plaza Marina Surabaya, Rabu (8/10). XL Cafe pertama kalinya dibuka oleh operator seluler ini di Indonesia.
PT Excelcomindo Pratama berupaya memperbesar jumlah pelanggan di kawasan timur yang tergabung dalam komunitas dengan membuka XL Cafe Community Lounge di Plasa Marina Surabaya, Rabu (8/10).

Saat ini XL di kawasan Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara memiliki sekitar 300.000 pelanggan yang tergabung dalam sekitar 200 komunitas. "Kami menargetkan akhir tahun ini jumlah pelanggan komunitas menjadi 500.000 orang," ungkap Kencono Wibowo, Vice President XL kawasan timur.

XL Cafe community ini merupakan cafe pertama XL di Indonesia atas inisiatif kawasan timur. Surabaya menjadi pilot project mengingat posisinya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia kawasan timur.

Cafe serupa akan dibuka di kota-kota lain, meliputi Denpasar, Makassar, dan Mataram. "Di sini pelanggan menikmati layanan dan kemudahan, seperti wifi dan potongan harga 50%'" tuturnya sambil berharap peningkatan pelanggan komunitas sekaligus menambah pelanggan loyal XL.

Rabu, 01 Oktober 2008

Boeing Makin Getol Incar Asia

Menurut rencana, pada Juni 2008, Boeing 787 pertama akan melakukan penerbangan perdana. Lalu, pesawat pertama bakal dikirimkan ke All Nippon Airways, pembeli pertama, pada awal 2009.

TOKYO, SELASA - Perusahaan pembuat pesawat terbang asal AS, Boeing, makin getol mengincar pasar Asia dan Pasifik. Maka dari itulah, Boeing, seperti dikatakan Wakil Presiden Boeing untuk Urusan Pemasaran Randy Tinseth, Selasa (30/9), berencana memindahkan industri ke Asia antara 10-12 tahun ke depan. "Sekarang kami memiliki pasar terbesar di kawasan Amerika Utara," kata Tinseth.

Tinseth menunjuk Japan Airlines sebagai salah satu pelanggan setia produk Boeing. Maskapai itu tengah menanti pemesanan pertama seri 787 Dreamliner yang bakal terealisasi Oktober tahun depan.

Sementara, sebelumnya, All Nippon Airways, juga dari Jepang, akan menerima Dreamliner pada Agustus 2009 atau molor 15 bulan dari rencana semula.

Sanyo Akan Tutup Pabrik di Korsel

TOKYO, SELASA - Sanyo Electric Co. mengatakan Selasa (30/9) akan menutup pabrik chip pendukung di Korea Selatan. Penutupan Korea Tokyo Silicon Co ini merupakan salah satu bagian dari usaha reorganisasi bisnis operasional perakitan semikonduktornya.

Sanyo mengatakan juga telah mematok harga operasional penjualan telepon genggamnya di angka 43,7 miliar yen